Senin, 21 Mei 2012

tugas softskill ke 3 bahasa indonesia

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di zaman globalisasi ini, komputer merupakan suatu media yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Semakin pesatnya perkembangan teknologi komputer di era modern seperti sekarang ini para pengguna komputer diharapkan dapat merasakan efek dan manfaatnya pada kehidupan sehari-hari. Sejalan dengan hal tersebut, pengguna komputer di tuntut untuk dapat beradaptasi dengan perkembangan yang terjadi. Belajar pengaplikasian komputer dengan media internet akan sangat mungkin diminati oleh mahasiswa jika dibanding dengan sistem belajar di dalam kelas yang terbatas oleh waktu yang tersedia pada mata kuliah dan mungkin sangat sempit untuk ruang lingkup mahasiswa mengembangkan kemampuan, karena seringkali mahasiswa mendapatkan jawaban yang tidak memuaskan pada saat bertanya tentang suatu program. Menurut penulis jika mata kuliah hanya diberikan di kelas saja, maka sangatlah kurang pengetahuan yang didapat oleh mahasiswa. Namun, dengan adanya media internet mahasiswa bisa mendapatkan informasi yang sangat luas tanpa dibatasi ruang, jarak, dan waktu. Inilah salah satu media yang cocok bagi mahasiswa untuk dapat mengetahui lebih banyak mengenai pembahasan mata kuliah Pemrograman Berorientasi Objek. Uraian tersebut di atas memberikan penulis motivasi untuk membuat web yang berjudul “Sitem Informasi Web Modul Interaktif Berbasis PHP” yang dapat diakses kapan saja tanpa mengeluarkan biaya. 1.2 Rumusan dan Batasan Masalah 1.2.1 Rumusan masalah Apakah dengan adanya web modul interaktif java bagi mahasiswa jadi lebih efisien dalam pembelajaran dan pengembangan? 1.2.2 Batasan masalah Penulisan ini membahas pembuatan modul interaktif, yang hanya meliputi judul mata kuliah, pembahasan materi, contoh soal, dan pengisian saran maupun kritik. Matakuliah yang disajikan hanyalah Pemrograman Berorientasi Objek dan hanya membatasi materi seputar Pemrograman Berorientasi Objek yang sering kita sebut Java. 1.3 Tujuan Penulisan Tujuan dari penulisan ilmiah ini adalah memanfaatkan teknologi internet sebagai media yang sangat efektif juga efisien untuk menyampaikan informasi dan pembuatan metode pengajaran virtual yang bisa di akses kapan saja dan di mana saja. 1.4 Metode Penelitian Pembuatan aplikasi ini dilakukan bertahap, diawali dari pengumpulan sumber dari buku-buku yang menyangkut bahasa pemrograman PHP. Penulis melakukan pengumpulan data dan informasi melalui internet yang berhubungan dengan penulisan ilmiah ini. Tahap selanjutnya hingga akhir dikerjakan di dalam bahasa pemrograman PHP. Dimulai dari perancangan struktur navigasi, elemen pembuatan modul, pemrograman, pengujian, kompilasi sampai ke pendistribusian aplikasinya. Web ini dibuat menggunakan PHP yang merupakan bahasa server side maka sebelumnya harus dijalankan sebuah web server. Web server yang digunakan penulis adalah Apache. 1.5 Sistematika Penulisan Penulisan ini disusun dalam 4 bab,diantaranya adalah sebagai berikut: BAB I. PENDAHULUAN Menjelaskan secara singkat tentang latar belakang masalah, rumusan dan batasan masalah, tujuan penelitian, metode penelitian dan sistematika penulisan. BAB II. LANDASAN TEORI Landasan teori dimana pada bab ini akan dibahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan PHP.. BAB III PEMBAHASAN Analisa permasalahan, dan menjelaskan sub-sub bagian dari masing-masing program pada aplikasi ini. BAB IV KESIMPULAN Merupakan bab penutup, berisi kesimpulan dari seluruh bab dan juga saran-saran dari penulis berdasarkan hasil penulisan. BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Internet Intemet adalah kumpulan ribuan bahkan jutaan komputer dalam suatu komunitas jaringan yang berbasiskan pada protokol TCP/IP. Intemet saat ini telah menawarkan berbagai macam kegunaan dan fasilitas yang bisa digunakan untuk kehidupan sehari-hari, seperti Informasi Situs (WWW Browsing), Surat Elektronik (E-mail), Forum Diskusi (Newsgroup), Pertukaran File dan Data (FTP) dan lain sebagainya dengan menggunakan Situs Pencari (Search Engine) atau Internet Direktori (Virtual Directory) yang telah disediakan oleh beberapa perusahaan di intemet. 2.1.1 TCP/IP (Transmission Control Protocol) TCP yang memastikan bahwa semua hubungan bekerja dengan benar, sedangkan IP (Internet Protocol) yang mentransmisikan data dari satu komputer ke komputer lain. TCP/IP secara umum ada1ah paspor digital yang memungkinkan perpindahan file-file dengan mudah di intemet, sedikit mirip dengan perbedaan antara jalan biasa dengan jalan tol atau khusus. TCP/IP terbuka untuk semua pengguna ja1an, dan akhirnya dipilih sebagai standar resmi untuk internet pada tahun 1983. 2.1.2 HTTP (Hypertext Transfer Protocol) HTTP adalah sebuah protocol yang menentukan aturan main antara perangkat lunak Web Broser dan perangkat lunak Web Server dalam penyediaan dokumen yang diminta oleh Bowser 2.1.3 Situs Web (Web site) Situs web adalah suatu daerah lokasi jelajah pada intemet dan merupakan kumpulan dari beberapa halaman yang didesain khusus. Seperti perusahaan yang akan menawarkan produk dan layanan mereka, atau hanya sekedar memberikan informasi kepada khalayak umum, atau bahkan untuk menjadi ajang komunikasi dan diskusi suatu kelompok tertentu. 2.1.4 Web Server Untuk mempublikasikan dokumen pada web, membutuhkan beberapa server yang mempunyai dokumen-dokumen dan media ke browser. Browser web seperti Netscape, Explorer dan Mosaic, berkomunikasi melalui jaringan (termasuk internet) ke server web dengan menggunakan http (Hypertext Protocol). Browser mengirim suatu perintah untuk server yang meminta dokumen, atau layanan servis tertentu. Server akan memberikan dokumen jika ada dengan protokol http. Browser akan menerima dan mengerti isi dokumen itu. Server juga dapat menjalankan suatu program berdasarkan informasi yang diisi pada form isian, seperti menjalankan aplikasi pengaksesan database dan mengirim e-mail. 2.1.5 Web Pages Merupakan sebuah halaman khusus dari website tertentu. Diumpamakan halaman web ini adalah media elektronik khusus buku dari website tertentu, atau biasa dikatakan halaman web. 2.1.6 Browser Browser adalah suatu aplikasi (tools) untuk mengakses homepage (www) di dalam dunia internet. Browser biasanya digunakan berbeda-beda untuk setiap operating system dan jenis mesin yang digunakan. 2.1.7 Homepage Setiap situs web pasti memiliki halaman muka atau halaman utama yang disebut homepage, dimana akan berfungsi seperti layaknya sebuah sampul buku atau daftar isi dari buku tersebut. Pada homepage ini juga memberikan panduan yang mudah dan jelas dalam proses pencarian, termasuk panduan untuk secepatnya kembali ke menu utama atau menu sebelumnya. Hampir semua aplikasi browser biasanya telah diset untuk menuju kesuatu homepage tertentu sebagai halaman pembukanya. 2.1.8 Search Engine Max, Yahoo, Hotbot, Excite dan Infoseek adalah beberapa contoh situs pencari (Search Engine). Dengan adanya situs pencari ini sangat membantu sehingga memudahkan dalam pencarian suatu Situs Web, dimana hanya tinggal memasukkan sebuah atau lebih kata kunci didalamnya. Ini akan sangat membantu untuk mengefisienkan pemakaian jam koneksi. 2.1.9 Email Email merupakan singkatan dari Electronic Mail, yaitu surat elektronik yang dikirim dan diterima melalui internet. 2.1.10 DNS (Domain Name Service) DNS merupakan system database terdistribusi yang tidak banyak dipengaruhi oleh bertambahnya database. DNS menjamin informasi host terbaru akan disebarkan ke jaringan bila diperlukan. Jika server DNS menerima permintaan informasi tentang host yang tidak diketahui, server DNS akan bertanya kepada authoritative DNS server (sembarang server yang bertanggung jawab untuk memberikan informasi akurat tentang domain yang diminta). Ketika authoritative server memberikan jawaban, server lokal menyimpan jawaban untuk penggunaan mendatang. Jadi apabila setelah itu ada permintaan informasi yang sama akan langsung menjawabnya. 2.2 Menjelajah Internet Mencari dan menemukan informasi di dalam dunia internet sering disebut dengan “Menjelajah internet” atau “Surfing the web”, hal ini sangat mudah dilakukan. Situs web dapat langsung dibuka apabila sudah mengetahui alamatnya, atau juga dapat mencari informasi tersebut dengan menggunakan kata kunci (keyword) atau topik yang ada dan selanjutnya hanya tinggal mengikuti petunjuk dari situs tersebut. Untuk membuka alamat yang telah ada silahkan langsung memasukkan alamat tersebut pada bagian address di dalam browser. 2.3 Cara Kerja Alamat WWW Terdapat suatu struktur khusus yang mengatur proses kerja atau penamaan dan pencarian alamat. Penamaan dan pencarian ini bekerja sesuai dengan letak geografis atau negara tempat alamat tersebut dibeli. Berikut ini terdapat beberapa contoh penamaan yang umum digunakan. –Situs portal Yahoo.com: http://www.yahoo.com - Situs berita America Reuters : http://www.reuters.com - Situs Tiwuk : http://www.tiwuk.com. Semua alamat tersebut diawali dengan http:// yang berarti WWW atau hypertext protocol. Diakhir alamat tersebut terdapat .com jika merupakan sebuah komersial Homepage di Amerika atau .co.id apabila di Indonesia. Sedangkan pada bagian tengah biasanya digunakan sebagai petunjuk untuk nama atau produk dari perusahaan tersebut, seperti yahoo, tiwuk atau reuters. 2.4 SGML, HTML dan XML Ide untuk membuat sebuah format data yang berlaku secara universal bukanlah hal yang baru. Usaha awal untuk menyatukan format pertukaran data yang kaya akan informasi adalah SGML (Standard Generalized Markup Language). SGML merupakan bahasa yang berbasis text yang dapat digunakan untuk mark up data yang disertai metadata yang merupakan cara mendeskripsikan dirinya sendiri. SGML didesain sebagai cara standar untuk marking up berbagai data. dan berperan sekali dalam sistem manajemen dokumen berskala besar. Aplikasi dari SGML yang paling dikenal adalah Hyper Text Markup Language (HTML). HTML yang telah sukses tetapi memiliki kelemahan, yaitu tidak jelas bagian dokumen mana yang memiliki informasi tentang suatu hal tertentu. XML bagian dari SGML, dengan tujuan yang sama, tetapi dengan pengurangan kompleksitas sebanyak mungkin, selain itu pu1a XML didesain agar kompatibel dengan SGML. 2.5 SGML SGML (Structured Genera1ized Markup Language) adalah suatu tata cara untuk memformat dokumen agar bersifat portable. SGML merupakan super set dari HTML dan XML, dengan kata lain tata cara penulisan HTML dan XML merupakan penyederhanaan SGML. SGML mendefinisikan sebuah sintaks dasar, namun memungkinkan untuk membuat elemen sendiri (genera1ized). Untuk menggunakan SGML dalam menjabarkan dokumen tertentu, harus membuat seperangkat elemen yang sesuai dan sebuah struktur dokumen. Misalnya, untuk menjelaskan sebuah buku, bisa menggunakan elemen yang dinamai BOOK, PART, CHAPTER, dan seterusnya. Aplikasi SGML adalah keserbagunaan sekumpulan elemen yang dipakai untuk menjelaskan tipe dokumen tertentu, termasuk aturan yang menentukan cara bagaimana elemen disusun sebagaimana fitur lainnya.. Contoh paling terkenal dari jenis aplikasi ini adalah HTML, yang merupakan sebuah aplikasi SGML yang dikembangkan pada tahun 1991 untuk menggambarkan halaman web. 2.6 HTML HTML adalah singkatan dari Hypertext Markup Language — sejenis bahasa pemrograman untuk menata homepage. Termasuk untuk penataan gambar, suara dan media-media lainnya. HTML memberikan sekumpulan elemen baku yang bisa digunakan untuk menandai komponen-komponen halaman Web serba guna pada umumnya contoh elemen-elemen tersebut berupa heading, paragraph, daftar, table, citra dan link. Dalam dokumen HTML terdapat tiga buah tag <...> utama yaitu tag HTML, HEAD, BODY dengan contoh penulisan dasar sebagai berikut: Untitled Document aiueo 2.6.1 Keterbatasan HTML HTML masih tidak cocok untuk mendefinisikan sejumlah tipe dokumen. Berikut ini adalah contoh-contoh dokumen yang tidak cukup dijelaskan dengan HTML: Dokumen yang tidak berisi komponen biasa (heading, paragraph, daftar, table, dan seterusnya). HTML kekurangan elemen penting untuk menandai skor musikal atau sekumpulan persamaan matematik. Database, seperti halnya buku inventaris. Halaman HTML bisa digunakan untuk menyimpan dan menampilkan informasi database yang statis (seperti halnya sebuah daftar penjelasan buku). Tetapi apabila ingin mengurutkan, menyaring, mencari dan memakai informasi, HTML kekurangan elemen-elemen yang diperlukan untuk melakukannya. Dokumen yang dalam bentuk hierarki pohon. Sebuah elemen heading HTML hanya menandai teks pada heading itu sendiri. Misalnya:

Web site Contents

Karena tidak menyarangkan teks sesungguhnya dan elemen-elemen yang dimiliki sebuah bagian dokumen dalam suatu elemen heading, elemen-elemen ini tidak bisa dipakai untuk menandai secara jelas struktur hierarki dokumen tersebut. 2.6.2 Perbedaan HTML dan XML XML dapat dibandingkan dengan HTML, dimana keduanya mempunyai kesamaan yaitu menggunakan tag-tag. Perbedaan HTML dengan XML adalah bahwa tag-tag dalam HTML diarahkan untuk menentukan bagaimana sebuah data ditampilkan, sedangkan tag-tag dalam XML diarahkan untuk menentukan bagaimana sebuah susunan data. HTML tidak fleksibel dimana tag-tag yang digunakan harus sesuai dengan HTML DTD, sedangkan XML dapat membuat tag-tag sendiri dan membentuk DTD yang didefinisikan sendiri. Tetapi HTML dan XML mempunyai konsep yang sama yaitu membutuhkan DTD walaupun berbeda. 2.6.3 Apa itu PHP PHP singkatan dari Personal Home Page Tools, adalah sebuah bahasa scripting yang dibundel dengan HTML, dijalankan di sisi server. Sebagian besar perintahnya berasal dari C, Java dan Perl dengan beberapa tambahan fungsi khusus PHP. Bahasa ini memungkinkan para pembuat aplikasi web menyajikan halaman HTML dinamis dan interaktif dengan cepat dan mudah, yang dihasilkan server. PHP juga dimaksudkan untuk mengganti teknologi lama seperti CGI (Common Gateway Interface). PHP bisa beinteraksi dengan hampir semua teknologi web yang sudah ada. Developer bisa menulis sebuah program PHP yang mengeksekusi suatu program CGI di server web lain. Fleksibilitas ini amat bermanfaat bagi pemilik situs-situs web yang besar dan sibuk, karena pemilik masih bisa mempergunakan aplikasi-aplikasi yang sudah terlanjur dibuat di masa lalu dengan CGI, ISAP, atau dengan script seperti Perl, Awk atau Python selama proses migrasi ke aplikasi baru yang dibuat dengan PHP. Ini mempermudah dan memperhalus peralihan antara teknologi lama dan teknologi baru. 2.6.4 Pendekatan Cara PHP PHP menawarkan solusi yang lebih luwes. Dengan PHP, developer tidak perlu lagi berurusan dengan dua buah file yang terpisah seperti itu. Browser web mengacu secara langsung ke file yang dituju, yang lalu dibaca oleh server sebagaimana file HTML statis biasa. Bedanya, sebelum dikirim balik ke browser web, server web memeriksa isi file dan menentukan apakah ada kode di dalam file tersebut yang harus dieksekusi. Bila ada, kode-kode tersebut akan dieksekusi. Hasilnya dimasukkan ke dalam dokumen yang sama. Server web bekerja secara langsung terhadap file yang bersangkutan, tidak memanggil script terpisah seperti pada metode CGI, seperti pada gambar 2.3. Seluruh kode dieksekusi di server (oleh karena itu disebut server-side script). 2.6.5 Dasar-dasar PHP Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, kode (istilah script lebih popular dikalangan pemrogram untuk menyebut kode program yang dijalankan dengan interpreter) yang bisa ditangani oleh PHP adalah C. Karena dieksekusi di server, PHP disebut sebagai server-side script. Pengertian ini penting karena browser-browser web masa kini umumnya juga telah sanggup mengeksekusi client-side script, yaitu script yang dijalankan di sisi client. Pada awalnya C adalah client-side script, sehingga untuk membedakannya dari server-side script perlu ada suatu mekanisme khusus. Semua script PHP harus ditandai secara khusus dengan tag tertentu agar oleh server tidak dianggap sebagai client-side script yang akan diloloskan ke browser web tanpa diolah olehnya. Untuk itu, PHP mempunyai empat buah cara untuk membedakannya dari script HTML dan memasuki “mode PHP”: <% echo (“Dimulai dari PHP 3.0.4 anda dapat menggunakan tag ala ASP”); %> Blok-blok script ini ditempatkan di file yang sama dengan file HTML biasa, namun untuk memudahkan pengenalan, semua file script PHP diberi ektensi *.php3, bukannya *.html. Script yang dimaksudkan agar dieksekusi di browser (yaitu client-side script) biasanya ditandai dengan tag . Contohnya dapat dilihat berikut : Percobaan PHP ini adalah contoh script yang dijalankan di server:
dan dibawah ini adalah script yang dijalankan di browser:
Adapun demikian script yang berada di antara juga bisa dieksekusi di sisi server. Untuk itu ditambahkan atribut runat= pada tag Ini diperlukan terutama bila kita hendah menulis suatu subrutin atau fungsi di dalam file PHP, karena semua script yang ada diantara tag akan langsung dieksekusi begitu file dibaca, oleh karenanya tidak cocok bila kita hendak menempatkan fungsi atau subrutin yang hanya perlu dibaca bila dipanggil. Secara gamblang, diagram di bawah ini akan menjelaskan bagaimana perbedaan antara tag-tag script serta dan : … Pemisahan antar instruksi berlaku sama seperti pada C atau Perl, yaitu menggunnakan “;”(titik koma) sebagai pemisah antar statement. Tag penutup (“?>”) juga menyatakan akhir statement, sehingga kedua perintah berikut ini sama artinya : 2.6.6 Variabel pada PHP PHP mendukung beberapa jenis vaiabel sebagai berikut : • Variabel harus berjenis integer bertujuan untuk menyimpan bilangan bulat (tidak termasuk bagian pecahan dan/atau pemangkatannya. • Double digunakan untuk menyimpan bilangan bernilai pecahan dan juga bilangan pemangkatan • String merupakan jenis data karakter yang disimpan sebagai nomor pada memori computer. Nilai yang disimpan adalah nilai ASCII karakter string tersebut. • Array adalah sebuah set variable yang mempunyai jenis data yang sama. Array mengandung komponen yang dinamakan elemen. Elemen-elemen sebuah array disimpan pada lokasi tertentu pada memori. • Jenis variabel object adalah berdasarkan gambaran objek pada dunia nyata, yang mempunyai “status” dan “tingkah laku”. Sebuah variabel object menyimpan statusnya dalam bentuk variabel dan tingkah lakunya berupa parameter. • pdfdoc (hanya bila dukungan PDF diakifkan). • pdfinfo (hanya bila dukungan PDF diaktifkan). Jenis variabel biasanya tidak ditentukan oleh pemrogram, melainkan ditentukan oleh PHP saat runtime, tergantung pada konteks apa variabel itu digunakan. Misalkan variabel coba berisikan nilai string, maka variabel coba berjenis string, atau integer bila berisi nilai integer. Contoh : $coba = “0”; // $coba adalah sebuah variabel string (ASCII 48) $coba++; // $coba adalah string “1” (ASCII 49) $coba ++ 1; // $coba berubah menjadi integer (2) $coba = $coba + 1.3; // $coba berubah menjadi double (3.3) 2.6.7 Struktur Navigasi Sebelum kita menyusun aplikasi ke dalam sebuah software, kita harus menyusun terlebih dahulu alur apa yang akan kita gunakan dalam aplikasi kita. Alur ini biasa disebut dengan Struktur Navigasi. Pada web pages ini digunakan struktur navigasi hirarki, sesuai dengan storyboard yang digunakan. Penjejakan (navigasi) termasuk unsur terpenting dalam pembuatan suatu modul dan gambarnya harus sudah ada pada tahap perancangan. Peta navigasi merupakan rancangan hubungan dan rantai kerja dari beberapa area yang berbeda dan dapat membantu mengorganisasikan seluruh elemen dengan pemberian perintah dan pesan. Peta navigasi juga memberikan kemudahan dalam menganalisa keinteraktifan seluruh objek dan pengaruhnya terhadap pengguna. Ada empat macam bentuk dasar dari struktur navigasi yang biasa digunakan dalam proses pembuatan aplikasi multimedia, yaitu : 2.7.1 Navigasi Linier Struktur navigasi linier (satu alur) adalah struktur yang hanya mempunyai satu rangkaian cerita yang berurutan dan tidak diperkenankan adanya percabangan. Struktur ini menampilkan satu demi satu tampilan layer secara berurut menurut aturannya. (lihat contoh struktur navigasi linier pada gambar 2.1).
Gambar 2.1 Struktur Navigasi Linier 2.7.2 Navigasi Hirarki Struktur navigasi hirarki (bercabang) adalah struktur yang mengenal adanya percabangan untuk menampilkan data berdasarkan criteria. Tampilan pada menu utama disebut master page. Menu utama ini memiliki percabangan yang dinamakan slave page atau halaman pendukung. Pada struktur penjejakan ini tidak diperkenankan adanya tampilan secara linier. (lihat contoh struktur navigasi hirarki pada gambar 2.2).
Gambar 2.2 Struktur Navigasi Hirarki 2.7.3 Navigasi Non Linier Struktur navigasi ini merupakan pengembangan dari struktur navigasi linier, dimana struktur ini dimunginkan adanya percabangan. Percabangan yang dibuat pada struktur ini berbeda dengan percabangan pada struktur hirarki, karena tiap-tiap tampilan mempunyai kedudukan yang sama, yaitu tidak adanya master page dan slave page. (lihat contoh struktur navigasi non linier pada gambar 2.3).
Gambar 2.3 Struktur Navigasi Non Liner 2.7.4 Navigasi Campuran (Komposit) Navigasi campuran merupakan gabungan dari ketiga struktur sebelumnya, struktur navigasi ini disebut juga dengan struktur navigasi bebas. Jika suatu tampilan memerlukan percabangan, maka dapat dibuat percabangan. Bila dalam percabangan terdapat suatu tampilan yang sama kedudukannya, maka dapat dibuat struktur linier dalam percabangan tersebut. (lihat contoh struktur navigasi komposit pada gambar 2.4)
Gambar 2.4 Struktur Navigasi Komposit BAB III ANALISA DAN PEMBAHASAN Modul interaktif adalah pemberian materi mata kuliah yang disajikan secara interaktif dalam bentuk web atau online. Dalam penulisan ini materi modul interaktif yang dibuat mengambil mata kuliah Pemrograman Berorientasi Objek. Materi-materi yang disajikan dalam modul interaktif ini hanya sebagian dari silabus yang ada. Untuk membuat sebuah modul interaktif kita akan melakukan tahap-tahap pembuatan program. Pada bab ini akan membahas tahapan selanjutnya berikut penjelasannya dalam membuat dan menyusun sebuah modul interaktif. Tahapan itu adalah : • Mengumpulkan data yang akan digunakan • Membuat rancangan navigasi • Pembuatan program • Pengujian Pertama kita harus membuat rencana modul apa yang akan kita buat. Kemudian kita mengumpulkan elemen-elemen apa saja yang diperlukan untuk membantu pembuatan modul tersebut. Langkah selanjutnya, kita akan menyusun elemen-elemen tersebut ke dalam suatu software sampai program tersebut dapat dijalankan. 3.1 StrukturNavigasi Pada pembuatan rancangan modul interaktif mata kuliah Pengantar Basis Data ini, penulis menggunakan struktur navigasi hierarki yang merupakan suatu struktur yang mengandalkan percabangan untuk menampilkan data berdasarkan kriteria tertentu, seperti terlihat pada gambar 3.1.
Gambar 3.1 Struktur Navigasi Penjelasan mengenai struktur navigasi : • Halaman Menu Utama 1. Menu pembahasan : Berisi link-link menuju halaman pembahasan 2. Menu soal dan kunci : Berisi link-link menuju halaman soa ldan kunci 3. Link buku tamu : Untuk pengisian kritik dan saran dari pengunjung 4. Link Home : Untuk kembali ke halaman utama • Menu Pembahasan 5. Link SQL : Berisipembahasantentang SQL 6. Link Home : Untuk kembali ke halaman utama •Menu Soal-soal & kunci 7. Link soal & kunci : Download soal 8. Link Home : Untuk kembali ke halaman utama •Menu Buku Tamu 9. Link Isi Buku Tamu : Berisi daftar pengunjung yang mengisi buku tamu 10. Link Isi BukuTamu : Berisi form yang akan diisi oleh pengunjung 11. Link Home : Untuk kembali ke halaman utama 3.2 Langkah-Langkah Pembuatan Program Dalam pembuatan modul interaktif ini diperlukan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Desain Web Sebelum membuat program yang ada pada web modul interaktif ini, maka dibuat dulu desain web ini. Adapun desainnya seperti pada gambar 3.2.
Gambar 3.2 Desain Web 2. Penulisan Program Menuliskan Program Penulisan program web modul interaktif ini dibuat dengan menggunakan editor, yaitu Edit Plus (gambar 3.3).
Gambar 3.3 Edit Plus 3. Membuat File Index Index merupakan file yang dipanggil pada saat pertama web modul ini dijalankan. Pada file index ini terdiri dari frame-frame yang masing-masing frame tersebut juga merupakan nama file yang dipanggil oleh file index untuk membentuk halaman depan atau index. Script dari index ditunjukkan sebagai berikut: Modul Interaktif PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK "Browser anda tidak bisa menangani frame, hubungi administrator anda" Nama-nama file yang membentuk index di atas adalah: atas, kiri dan kanan. Pada file atas berfungsi sebagai banner atau judul dari web ini. Pada kiri digunakan sebagai daftar menu dari web ini, dan pada file kanan sebagai tempat dimana informasi yang dipilih dapat dilihat oleh pengunjung. 4. Membuat Menu Menu dari web modul interaktif ini diletakkan pada file kiri. Isi dari menu tersebut adalah pembahasan, mulai dari bab 1 sampai bab 3, lalu menu soal dan kunci yang dimulai juga dari bab 1 sampai bab 3 selanjutnya link untuk pengisian buku tamu. Script untuk membuat menu tersebut adalah: Modul Interaktif M E N U

1. Pembahasan
  • Advance SQL
  • Embedded SQL
  • Dynamic SQL
    2. Soal dan Kunci
  • Soal&Kunci
    3. Buku Tamu
  • Isi Buku Tamu
  • Home

    • Pada menu pembahasan terdapat link advance SQL, embedded SQL, dan Dynamic SQL yang bila di klik pengunjung akan dibawa ke form pembahasan yang di dalamnya terdapat materi-materi matakuliah pengantar basis data. • Pada menu kunci dan soal terdapat soal & kunci yang bila diklik pengunjung akan dibawa ke form soal dan kunci. Pengunjung dapat melihat soal-soal dari matakuliah pengantar basis data, selain melihat soal-soal, pengunjung dapat juga mendownload kunci jawaban dari soal tersebut. Script untuk mendownload kunci-kunci jawaban dari soal tersebut adalah: download soal&kunci Link pada script diatas menuju ke file download.php Untuk mengenali file yang akan didownload, maka didefinisikan dulu extension file yang digunakan. Misalnya pada penulisan ini digunakan extension *.doc. • Pada link bukutamu, pengunjung akan dibawa ke form untuk melihat dan mengisi bukutamu yang berupa nama, email dan komentarnya terhadap web modul interaktif ini. • print "LihatBukuTamu
    \n"; print "Isi BukuTamu
    \n"; Kemudian pada form pengisian bukutamu akan pengunjung diminta memasukkan nama, email dan komentarnya. Scriptnyaa dalah sebagai berikut: print "

    \n"; print "\n"; print "

    Isi BukuTamu


    "; print "

    \n"; 
    print "Nama :\n"; 
    print "E-Mail :\n"; 
    print "Comments:

    \n"; print ""; Selanjutnya script untuk menampilkan data yang telah dimasukkan tadi adalah: $tgs = join("", file("bukutamu.txt")); $filet = fopen("bukutamu.txt", "w"); fputs($filet, "Name: $nama
    \nE-Mail: $mail
    \nKomentar:
    $komentar\n


    "); fputs($filet, $tgs); fclose($filet); Kemudian bila semua program telah dibuat maka web modul interaktif ini dapat dijalankan. Dan dikarenakan web ini dibuat menggunakan PHP yang merupakan bahasa server side maka sebelumnya harus dijalankan sebuah web server. Web server yang digunakan penulis adalah Apache (gambar3.4).

    Gambar 3.4 Apache Web Server Setelah Apache web server telah diaktifkan, web ini dapat dijalankan dengan menggunakan browser. Browser yang digunakan disini adalah Mozilla Firefox (gambar 3.5).
    Gambar 3.5 Browser Mozilla Firefox 3.3 Uji Coba Pada tahap ini dilakukan uji coba untuk melihat hasil akhir dari aplikasi yang dibuat, serta evaluasi untuk mengetahui kekurangan dan kesalahan yang mungkin terdapat didalamnya, konfigurasi yang digunakan oleh penulis sendiri. Sistem yang digunakan penulis adalah : - Prosesor : Intel core i5 - Sistemoperasi : Windows 7 - Memori : DDR3 4GB - Hardisk : 640 GB BAB IV PENUTUP 4.1. Kesimpulan Penulis telah membuat suatu aplikasi web dengan modul Pemrograman Berorientasi Obyek yang interaktif. Pada modul ini menampilkan mata kuliah yang terbatas mengenai pembelajaran tentang Java, soal-soal beserta kuncinya, di mana kunci dapat dilihat dengan men-download, juga pengguna diharapkan dapat mengisi daftar buku tamu. Dengan adanya modul ini diharapkan dapat membantu mahasiswa untuk mendapatkan materi di luar jam perkuliahan dan dapat di download kapan saja dan di mana saja. Namun karena terbatasnya waktu, pembahasan matakuliah Pemrograman Berorientasi Objek mengenai Java tidak ditampilkan secara terperinci serta desain untuk modul ini masih sangat sederhana. 4.2. Saran Berdasarkan dari kekurangan-kekurangan diatas, agar aplikasi ini dapat ditampilkan lebih sempurna dan lebih menarik, salah satu caranya adalah dengan mengajak para pengguna untuk dapat membantu penulis membuat aplikasi ini menjadi lebih menarik. Hal ini dapat ditambahkan dengan animasi-animasi dan tombol-tombol yang lebih menarik sehingga pengunjung dapat lebih lama untuk mengunjungi web modul interaktif ini. Nama Kelompok: Hendra Sudrajat (13109599) Yudha Destianto (10109781) Danar Wicaksono N (10109861) Fikri Apendi (16109233) Adi Purwana (14109339) Kelas : 3ka16
  • Jumat, 06 April 2012

    PENGGUNAAN KOMPUTER

    INFORMASI TENTANG PENYEBARLUASAN PENGGUNAAN KOMPUTER DEWASA INI DI DALAM MASYARAKAT

    Di tengah arus globalisasi dan teknologi informasi yang pesat, kita harus menggali Manfaat Komputer Bagi Masyarakat secara optimal. Karena di era yang serba digital seperti sekarang ini, segala sesuatunya pastilah memiliki keterkaitan dengan dunia komputer. Tidak ada satu bidang kehidupan yang terlepas dari peranan komputer, terutama jika dikaitkan dengan maslah administrasi.
    Sayangnya, peran dan manfaat komputer bagi masyarakat ini belum banyak dirasakan ketika harus berkaitan dengan birokrasi pemerintahan. Fungsi komputer yang ada di beberapa kantor pemerintah, nampaknya baru sekadar sebagai sebuah aksesoris dan belum diberdayakan secara optimal. Akibatnya, ketika harus berhubungan dengan dunia birokrasi, masyarakat masih harus berhadapan dengan system yang bersifat konvensional dan tidak efisien.
    Hal ini ditandai dengan belum terintegrasinya sistem administrasi pemerintah. Masih banyak instansi yang menggunakan manajemen kearsipan berbasis pencatatan didalam buku. Akibatnya, masih banyak ditemukan instansi yang harus kerepotan dalam mengurus tumpukan dokumen usang yang seharusnya sudah tidak diperlukan lagi. Hal seperti ini khususnya masih banyak ditemukan instansi yang harus kerepotan dalam mengurus tumpukan dokumen usang yang seharusnya sudah tidak diperlukan lagi. Hal seperti ini khususnya masih banyak ditemukan di instansi level bawah seperti kelurahan dan kecamatan.
    Terdapat beberapa hal yang menjadi penyebab masih lemahnya pemanfaatan komputer dalam proses pelayanan masyarakat di instansi pemerintah. Dimana hal ini berdampak pada masih berbelitnya segala urusan yang terkait dengan urusan birokrasi pemerintah. Dan biasanya, kerumitan tersebut menjadi pangkal terjadinya proses korupsi di Indonesia.
    Beberapa hal yang menghambat penggunaan komputer di instansi pemerintah adalah:
    1. Minimnya sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang tekhnologi. Hal ini karena sebagian besar pegawai pemerintah memiliki latar belakang pendidikan rendah dan berasal dari usia yang tidak produktif untuk belajar menerima hal yang bersifat baru.
    2. Mental korup yang kuat, menjadikan masalah kerumitan birokrasi menjadi sebuah hal yang disengaja.
    3. Belum meratanya pembangunan tekhnologi informasi khususnya di wilayah pedesaan dan kawasan luar jawa. Sehingga masih menyulitkan untuk menciptakan system yang terintegrasi secara menyeluruh antar instansi pemerintah.
    4. Masih rendahnya masyarakat yang melek komputer,sehingga sebagian masyarakat masih memilih untuk mendapatkan pelayanan dengan system konvensional yang berbasis pencatatan paper atau kertas.


    KOMPUTER : Digunakan sebagai alat bantu untuk menyimpan, mengolah, dan mengambil kembali data atau informasi yang diperlukan.
    Pada zaman modern ini semakin banyak komputer canggih dibuat untuk membantu menyelesaikan berbagai masalah dengan mudah dan cepat.

    PENGGUNAAN KOMPUTER
    Tanpa kita sadari, komputer telah berperan di masyarakat. Hal ini berlaku di negara maju maupun di negara yang sedang berkembang di Indonesia. Komputer sebenarnya tidak berbeda dengan produk tekhnologi lainnya seperti kereta api, pesawat terbang, mobil televisi dan lain sebagainya. Apa yang membedakan komputer dengan produk lainnya adalah kemampuannya untuk dapat diprogram guna melaksanakan berbagai macam tugas dengan kecepatan dan ketelitian yang tinggi.

    Para ahli-ahli fisika, elektronika dan komputer telah mengembangkan microprocessor yang berkemampuan besar. Pengolah semacam itu banyak digunakan sebagai bagian pengendali dari produk tenaga lain seperti peluru kendali, kendaraan bermotor, pesawat udara, kamera, komputer pribadi dan hal ini terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.

    Komputer pada saat ini banyak digunakan sebagai alat bantu untuk mengolah berbagai jenis data seperti pengolahan nilai siswa dengan komputer, pembuatan daftar nilai, perhitungan rata-rata kelas atau pun laporan-laporan untuk kepentinag evaluasi pendidikan. Komputer juga sudah banyak digunakan untuk mencetak kuitansi tagihan listrik, telepon, kartu kredit dan lain sebagainya.

    Pada dasarnya komputer digunakan sebagai alat bantu untuk menyimpan, mengolah dan mengambil kembali data atau informasi yang diperlukan. Bidang pekerjaan yang juga mulai terpengaruh seperti terlihat dicontoh berikut ini :

    1 Penyiapan surat-menyurat sampai dengan penyimpanan arsip dikantor.
    2 Pembuatan film dalam bidang animasi dan efek-efek 3 dimensi
    3 Pencarian buku berdasarkan judul buku dan nama pengarang di perpustakaan
    4 Pelayanan administrasi dan mutu pelayanan medis pada rumah sakit.
    5 Pemesanan tiket peswat terbang pada perusahan penerbangan domestik maupun internasional.
    6 Administrasi negara seperti administrasi data kepegawaian, administrasi data kependudukan, pembuatan KTP, SIM dan lain sebagainya.
    7 Penggunaan komputer dalam bidang industri.

    Beberapa contoh diatas merupakan sedikit contoh pemanfaatan komputer di berbagai bidang pekerjaan. Masih banyak bidang lain yang belum disebutkan. Apresiasi terhadap dampak dari suatu produk baru tidak selalu harus dimilikinya pengetahuan yang mendalam tentang produk tersebut. Pengamatan terhadap dampak dari komputer dimasyarakat dapat dilakukan dengan memanfaatkan tekhnologi disekitar masyarakat.

    Prediksi Masa Depan Penggunaan Komputer Dan Dampaknya Terhadap Tenaga Kerja

    Seperti dikutip dari BBC, seorang ilmuwan dari Institute for Computing in the Humanities, University of Illinois, Amerika Serikat (AS), Kalev Leetaru, mengemukakan bahwa sebuah komputer super yang dibekali dengan berjuta-juta informasi mampu memprediksi kejadian-kejadian besar di masa mendatang.

    Komputer itu mampu mengenali gejala-gejala awal yang bermuara pada revolusi di Libya dan Mesir baru-baru ini. Selain itu, komputer maha canggih itu tak kesulitan menangkap tanda-tanda keberadaan almarhum Osama bin Laden, buronan teroris nomor satu AS.


    Komputer digunakan secara meluas dalam berbagai aktivitas di kehidupan manusia/masyarakat seperti :


    1. Bidang Perbankan
    Didalam Bank, komputer digunakan sebagai Sistem Uang Elektronik (menggunakan ATM, Kartu Kredit, Debit Card, dll) untuk menyimpan data, memproses transaksi dan pembayaran tagihan secara on-line.


    2. Bidang Perdagangan
    Komputer sangat membantu untuk memproses data dalam jumlah yang banyak seperti di tempat-tempat perbelanjaan untuk menyimpan hasil transaksi yang terjadi, inventaris persediaan (stock) barang, pembuatan laporan keuangan, faktur, surat-surat, dokumen dan lain-lain. Selain tunai pembayaran juga dapat dilakukan secara elektronik dengan menggunakan credit card atau debit card.


    3. Bidang Perindustrian
    Komputer digunakan di dalam bidang industri (CAM – Computer Aided Manufacturing) untuk menghasilkan produktivitas kinerja yang tinggi, mengurangkan biaya dan menangani masalah kekurangan tenaga kerja. Misalnya, robot diciptakan untuk menjalankan semua kerja dengan mengikuti arahan yang diberikan melalui komputer seperti memasang komponen-komponen kereta atau membukanya kembali, membersihkan minyak dan menyembur cat dalam industri pemasangan kereta. Untuk merancang sebuah mobil digunakan CAD – Computer Aided Design.


    4. Bidang Transportasi
    Komputer digunakan untuk mengatur lampu lalu lintas. Di Negara maju kereta dipasang alat navigasi modern untuk menggantikan masinis melalui penggunaan satelit dan sistem komputer. Jalan raya juga dipasang dengan berbagai jenis sensor yang akan memberikan pesan kepada komputer pusat untuk memudahkan pengendalian jalan raya tertentu.


    5. Bidang Rumah Sakit
    Pada Rumah Sakit modern, komputer digunakan untuk membantu dokter menjalankan tugasnya seperti mendiagnosis penyakit, menghasilkan gambar sinar-X bergerak (CAT – Computer Axial Tomography), membantu orang cacat seperti menghasilkan alat membaca dengan teks khusus bagi orang tuna netra. Selain itu untuk menyimpan riwayat penyakit pasien, penggajian para karyawan RS, mengelola persediaan stock obat-obatan.


    6. Bidang Pendidikan
    Penggunaan komputer sebagai alat pembelajaran dikenal sebagai CBE (Computer Based Education). CAI (Computer Assisted Instruction) digunakan para pendidik untuk menyampaikan arahan dalam pelajaran. Selain itu komputer jg dapat digunakan untuk meyimpan data-data pendidik dan para murid, materi belajar, dan soal-soal ujian maupun latihan.


    7. Bidang Seni
    Synthesizer kini popular digunakan untuk meniru bunyi alat-alat musik tradisional seperti bunyi gitar dan piano. Komputer juga digunakan dalam berbagai proses penciptaan lagu seperti penyusunan dan rangkaian (sequencing) nada. Grafik komputer merupakan bidang yang pesat dimajukan kini. Komputer juga telah digunakan untuk menghasilkan animasi dalam film-film kartun dan untuk menghasilkan "special effects”.


    8. Bidang Penelitian Ilmu Pengetahuan (Science)
    Komputer digunakan untuk penyelidikan tenaga nuklear dan pemrosesan data, penyelidikan kawasan minyak. Komputer juga digunakan untuk penelitian angkasa lepas dan penyelidikan asas dalam sains dan matematik. Komputer juga digunakan dalam ramalan cuaca seperti mengambil gambar awan dan dikirim ke bumi. Di bumi para ahli cuaca akan meramal cuaca pada ketika itu.


    9. Bidang Rekreasi
    Komputer digunakan sebagai satu sumber alat rekreasi untuk orang ramai dimana permainan komputer, permainan arked, permainan video dan sebagainya mengandungi banyak cip-cip elektronik di dalamnya.
    Komputer juga digunakan untuk mengendalikan berbagai jenis alat rekreasi yang canggih seperti roller coaster.


    10. Bidang Pertahanan dan Keamanan
    Komputer juga dicipta untuk tujuan perperangan dalam sistem senjata, pengendalian dan komunikasi. Kapal perang dan kapal terbang yang modern dipasang dengan peralatan komputer yang canggih untuk membantu dalam melakukan navigasi atau serangan yang lebih tepat.
    Komputer juga digunakan untuk latihan simulasi perperangan bagi calon prajurit untuk mengurangkan biaya.


    11. Bidang Komunikasi
    Komputer bisa mengirim dan menerima pesan dari komputer yang lain sampai beribu kilometer jauhnya. Telekomunikasi ialah proses pertukaran pesan di beberapa sistem komputer atau terminal melalui
    alat media seperti telepon, telegraf dan satelit. E-Mail ialah surat elektronik yang dikirim melalui komputer, salah satu bentuk komunikasi dengan menggunakan komputer. MODEM (Modulator/Demodulator) diperlukan untuk menukar pesan komputer kepada isyarat audio supaya boleh dihantar melalui telepon.

    DAMPAK-DAMPAK PENGGUNAAN KOMPUTER
    Dampak Positif penggunaan teknologi komputer :
    - Komunikasi yang lebih baik
    - Transportasi yang lebih cepat dan aman
    - Penyelesaian pekerjaan yang lebih cepat dan akurat
    - Efisiensi dalam penggunaan tenaga kerja.

    Dampak Negatif :
    - Ada perasaan takut bahwa manusia akan menjadi budak dari mesin yang diciptakannya
    - Perasaan takut akan kehilangan pekerjaan karena telah diambil alih dengan alasan biaya, kecepatan kerja dan ketelitian
    - Data-data penting yang disimpan didalam komputer mempunyai resiko tinggi dirusak atau diambil oleh hacker walaupun sudah menggunakan sandi kunci atau password.

    SUMBER:
    http://www.anneahira.com/manfaat-komputer-bagi-masyarakat.html
    http://tesadesviera.blogspot.com/2010/09/komputer-masyarakat.html
    http://anaktistmikbjb.wordpress.com/tugas-kuliah/manfaat-komputer-di-masyarakat/
    http://nitaarsianty.wordpress.com/

    TUGAS KELOMPOK

    NAMA KELOMPOK :

    HENDRA SUDRAJAT
    YUDHA DESTIANTO D.P
    FIKRI APENDI
    DANAR WICAKSONO N
    ADI PURWANA

    Kamis, 22 Maret 2012

    KB pun Butuh Teknologi Informasi

    JAKARTA, RABU - Untuk menjawab tantangan zaman dan mempercepat pencapaian target program Keluarga Berencana, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional/BKKBN mulai menggunakan teknologi informasi dan komunikasi/ICT.

    "Permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan program KB di era desentralisasi sekarang ini adalah terhambatnya jalur komunikasi antara pusat dengan petugas di lini lapangan, padahal ujung tombak program KB berada di tangan petugas lapangan tersebut," kata Kepala BKKBN Sugiri Syarief saat Seminar Information Communication Technology/ICT Update Pengembangan dan Implementasi ICT pada Program KB Nasional di Jakarta, Rabu (9/7).

    Sekarang ini menurut Sugiri Syarief, jalur komunikasi dari lini lapangan ke pusat dan sebaliknya terasa begitu lambat. Oleh karena itu salah satu upaya untuk memperpendek waktu tempuh penyebarluasan data dan informasi adalah melalui pendayagunaan perangkat teknologi informasi dan komunikasi.

    Sugiri Syarief pun mencanangkan tanggal 9 Juli 2008 sebagai tonggak sejarah Revolusi budaya kerja berbasis Teknologi Informasi dalam manajemen Program KB Nasional .

    Revolusi budaya kerja dalam organisasi yang dimaksud di sini antara lain adalah perubahan perilaku dari sesuatu yang sifatnya manual dan paper based menjadi sesuatu yang bersifat elektronik. Sebagai contoh, sub sistem Pencatatan dan Pelaporan yang selama ini dikembangkan masih menggunakan formulir-formulir yang harus dibuat rekapitulasinya pada setiap tingkatan wilayah.

    Bisa dibayangkan betapa panjangnya proses yang harus dilalui, padahal di lain pihak ada teknologi yang dapat membantu kita untuk melakukan rekapitulasi pada masing-masing tingkat wilayah, jadi kita cukup memasukkan data dari tingkat yang paling rendah langsung ke pusat kemudian didistribusikan kembali melalui jaring internet, kata Sugiri Syarief.

    Dengan cara ini diharapkan pencapaian program KB dapat diikuti secara cepat sehingga apabila terjadi kekeliruan dapat diketahui secara cepat kemudian dilakukan penyesuaian dengan cepat pula.

    Elok Dyah Messwati | Rabu, 9 Juli 2008

    Komentar :

    Menurut saya artikel diatas sangat menarik untuk dibaca karena teknologi informasi pada saat ini sangat berkembang, program KB ini sangat membutuhkan teknologi informasi ini untuk mempercepat penyebarluasan data dan informasi, dan menurut saya ini sangat bagus sekali.

    Opini :

    Artikel ini sudah sangat baik dalam segi penulisannya maupun gaya bahasanya. dan istilah-istilah di artikel ini sangat sedikit dan mudah dipahami.

    pebaikan :

    tidak ada perbaikan karena artikel ini sudah sangat baik dan artikel ini sudah sangat jelas.

    SUMBER :

    http://nasional.kompas.com/read/2008/07/09/20504017/kb.pun.butuh.teknologi.informasi.

    Jumat, 16 Maret 2012

    Hasil Sarasehan Kantor Kebudayaan Dan Pariwisata Pakaian Khas Daerah akan Dipatenkan

    Kantor Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kota Tangerang Selatan menggelar acara Sarasehan Pakaian Khas Daerah dan Nama Duta Wisata di Telaga Seafood, kamis(15/3).

    Acara diawali dengan alunan musik daerah Gambang Kromong dari Grup Naga Putih asal Serpong. Alunan musik tersebut sebagai proses penyambutan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie. Diikuti persembahan tarian Kinang Kilaras yang dibawakan Sanggar Gledek.

    Wakil Walikota Benyamin mengatakan, kegiatan sarasehan ini untuk menemukan ciri khas pakaian daerah dan nama duta wisata di Kota Tangsel.

    Menurutnya, masih banyak kebudayaan yang lain, seperti makanan, bangunan dan lain sebagainya akan ditentukan pada kesempatan berikutnya.

    "ini penting, saya menganggap sangat penting sebagai jatidiri masyarakat Tangsel,"kata Benyamin.

    Dia menambahkan, nantinya seluruh perpaduan unsur kebudayaan yang ada di daerah termuda Banten ini akan dikombinasikan. Sehingga dapat mewakili seluruh unsur suku Tangsel.

    "tetapi mana yang nantinya akan dijadikan simbol dibicarakan seluruh stakeholder. Semua unsur kebudayaan sedang kita gali, meski kultur budaya dominannya Betawi," tambahnya.

    Kepala Kantor Budpar Tangsel, Edi Wahyu, menjelaskan Pemkot hingga kini terus menggali serta melestarikan budaya khususnya pakaian khas dan nama duta wisata.

    Pemkot juga berencana mengkombinasi kultur yang ada di Tangsel, di antaranya budaya Betawi, Sunda dan Tionghoa yag dilakukan secara bertahap.

    "nantinya bisa saja kalau didalam acara rapat paripurna yang diselenggarakan setiap hari jadi, pejabat daerah memakai pakaian daerah khas Tangsel," ujar Edi.

    hadir sebagai pembicara, Direktur Pembangunan Jatidiri, Pekerti dan Karakter Bangsa di Kementrian Pariwisata Ekonomi Kreatif -Poppy Safitri.

    Selain itu tampak juga dosen Antropologi FISIP Universitas Indonesia Fahrurozi dan salah satu seniman Ridwan Saidi, serta seluruh stakeholder atau pemangku kepentingan yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat dikota Tangsel.

    SUMBER Artikel ini dikutip dari Koran TANGSEL POS & TANGERANG POS Edisi jum'at 16 Maret 2012,

    Jadi menurut saya Pakaian khas daerah itu memang sangat penting untuk jatidiri masyarakat kita. makanya anak muda sekarang harus ikut serta mengembangkan pakaian khas daerah.

    Artikel ini digunakan untuk KEPERLUAN MENYELESAIKAN TUGAS KULIAH .

    Artikel ini saya kutip dari koran TANGSEL POS,

    Untuk Analisis Kalimat, peristilahan, alinea, dsb. Karena saya masih dalam tahap pembelajaran, sudah pastinya sebelum diterbitkan/diedarkan di surat kabar artikel ini sudah dianalisis terlebih dahulu dan pastinya segala sesuatunya dan penulisannya sudah diperhatikan, jadi menurut saya artikel ini sudah baik dan rapi, karena banyak keterbatasan maupun kekurangan saya dalam menganalisis sebuah artikel. jadi saya pikir harap dimaklumi atas keterbatasan saya.

    Sabtu, 26 November 2011

    Tugas B.indonesia ke 3 (Membuat artikel tentang ragam & fungsi bahasa)

    Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia[1] dan bahasa persatuan bangsa Indonesia.[2] Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi. Di Timor Leste, bahasa Indonesia berstatus sebagai bahasa kerja.
    Dari sudut pandang linguistik, bahasa Indonesia adalah salah satu dari banyak ragam bahasa Melayu.[3] Dasar yang dipakai adalah bahasa Melayu Riau (wilayah Kepulauan Riau sekarang)[4] dari abad ke-19. Dalam perkembangannya ia mengalami perubahan akibat penggunaanya sebagai bahasa kerja di lingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20. Penamaan "Bahasa Indonesia" diawali sejak dicanangkannya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, untuk menghindari kesan "imperialisme bahasa" apabila nama bahasa Melayu tetap digunakan.[5] Proses ini menyebabkan berbedanya Bahasa Indonesia saat ini dari varian bahasa Melayu yang digunakan di Riau maupun Semenanjung Malaya. Hingga saat ini, Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing.
    Meskipun dipahami dan dituturkan oleh lebih dari 90% warga Indonesia, Bahasa Indonesia bukanlah bahasa ibu bagi kebanyakan penuturnya. Sebagian besar warga Indonesia menggunakan salah satu dari 748 bahasa yang ada di Indonesia sebagai bahasa ibu.[6] Penutur Bahasa Indonesia kerap kali menggunakan versi sehari-hari (kolokial) dan/atau mencampuradukkan dengan dialek Melayu lainnya atau bahasa ibunya. Meskipun demikian, Bahasa Indonesia digunakan sangat luas di perguruan-perguruan, di media massa, sastra, perangkat lunak, surat-menyurat resmi, dan berbagai forum publik lainnya,[7] sehingga dapatlah dikatakan bahwa Bahasa Indonesia digunakan oleh semua warga Indonesia.
    Fonologi dan tata bahasa Bahasa Indonesia dianggap relatif mudah.[8] Dasar-dasar yang penting untuk komunikasi dasar dapat dipelajari hanya dalam kurun waktu beberapa minggu.[9]

    SUMBER : http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Indonesia

    Tugas b.indonesia ke 2 (Membuat Artikel Dengan Format Karangan Ilmiah)

    BORAKS DAN FORMALIN PADA MAKANAN

    Karya tulis ini dikerjakan dalam rangka pembelajaran
    Bahasa dan Sastra Indonesia

    SMA KANISIUS
    JAKARTA
    2008

    HALAMAN PENGESAHAN

    Karya tulis “Boraks dan Formalin pada Makanan”

    Telah disahkan pada
    hari :
    tanggal :

    Pembimbing

    KATA PENGANTAR

    Pertama-tama kami ingin mengucapkan puji dan sykur kepada Tuhan yang Maha Esa yang telah memberkati kami sehingga karya tulis ini dapat diselesaikan. Kami juga ingin mengucapkan terima kasih bagi seluruh pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan karya tulis ini dan berbagai sumber yang telah kami pakai sebagai data dan fakta pada karya tulis ini.
    Kami mengakui bahwa kami adalah manusia yang mempunyai keterbatasan dalam berbagai hal. Oleh karena itu tidak ada hal yang dapat diselesaikan dengan sangat sempurna. Begitu pula dengan karya tulis ini yang telah kami selesaikan. Tidak semua hal dapat kami deskripsikan dengan sempurna dalam karya tulis ini. Kami melakukannya semaksimal mungkin dengan kemampuan yang kami miliki. Di mana kami juga memiliki keterbatasan kemampuan.
    Maka dari itu seperti yang telah dijelaskan bahwa kami memiliki keterbatasan dan juga kekurangan, kami bersedia menerima kritik dan saran dari pembaca yang budiman. Kami akan menerima semua kritik dan saran tersebut sebagai batu loncatan yang dapat memperbaiki karya tulis kami di masa datang. Sehingga semoga karya tulis berikutnya dan karya tulis lain dapat diselesaikan dengan hasil yang lebih baik.
    Dengan menyelesaikan karya tulis ini kami mengharapkan banyak manfaat yang dapat dipetik dan diambil dari karya ini. Semoga dengan adanya karya tulis ini dapat mengurangi bahkan menghilangkan penggunaan boraks dan formalin sebagai pengawet pada makanan. Dengan begitu maka kesehatan akan lebih terjamin dan tidak ada lagi muncul berbagai penyakit baru yang diakibatkan penggunaan bahan-bahan terlarang sebagai bahan baku makanan. Kami juga mengharapkan kinerja yang lebih baik dan tegas serta efektif dari pihak pengawas makanan yang merupakan bagian dari kepemerintahan, sehingga makanan yang dihasilkan dari Indonesia dapat lebih terjamin dan sehat.

    Penulis
    HALAMAN MOTTO

    Motto yang kami pegang dalam penulisan karya ilmiah ini adalah :

    “ORA ET LABORA”

    HALAMAN PERSEMBAHAN

    Karya ilmiah ini kami persembahkan untuk :

    Seluruh pembaca dan masyarakat Indonesia yang menginginkan kemajuan bangsa dan kecerdasan bangsa.

    DAFTAR ISI

    Halaman Pengesahan………………………………………………………… 1
    Kata Pengantar………………………………………………………………… 2
    Halaman Motto…………………………………………………………………. 3
    Halaman Persembahan………………………………………………………. 4
    Daftar Isi………………………………………………………………...………… 5
    Abstraksi……………………………………...………………………………….. 6
    BAB I PENDAHULUAN
    1.1 Latar Belakang Masalah………………………………………………….. 7
    1.2 Pembatasan Masalah……………………………………….…………….. 7
    1.3 Perumusan Masalah………………………………………………….…… 8
    1.4 Tujuan Penulisan……………………………………………..……………. 8
    1.5 Metode Penelitian………….………………………………………………. 9
    1.6 Hipotesa…………………....…………………………………………………. 9
    1.7 Manfaat…………....………………………………………………………….. 9
    BAB II LANDASAN TEORI………………………………………………… 11
    BAB III METODE PENELITIAN
    3.1 Jenis Penelitian…………….……………………………………………… 14
    3.2 Sumber Data…………………………………………………………… …. 14
    3.3 Teknik Pengumpulan Data…………………………………………… 14
    3.4 Teknik Analisis Data…………………………………………………… . 15
    BAB IV PEMBAHASAN
    4.1 Pengertian Boraks dan Formalin…………………………………… . 16
    4.2 Dampak Penggunaan Boraks dan Formalin Pada Makanan… 16
    4.3 Makanan yang Biasanya Mengandung Formalin atau Boraks 18
    4.4 Peran pemerintah dalam memberantas boraks
    dan formalin di Indonesia………………………………………………… 21
    BAB V PENUTUP……………………………………………..…………………. 23
    BAB VI DAFTAR PUSTAKA……………………… ………………………… 25

    ABSTRAKSI

    Karya tulis ini menjelaskan tentang bagaimana sekarang ini banyak kejadian penggunaan boraks dan formalin sebagai bahan pengawet makanan. Di mana kedua bahan tersebut sangat dilarang digunakan sebagai bahan baku makanan. Dan jika penggunaannya terus dilakukan dan dikonsumsi dapat menyebabkan berbagai penyakit terutama kanker dan bahkan kematian untuk tingkat yang lebih lanjut. Hal ini telah menjadi hal yang cukup serius dan menjadi suatu masalah yang berusaha diselesaikan dengan baik oleh berbagai pihak terutama pemerintah.
    Sebagai pusat utama kelangsungan negara, pemerintah harus dapat dengan bijak memutuskan dan bertindak bagaimana penanganan kasus tersebut. Terutama kasus pada pembuatan bakso dengan bahan pengawet boraks dan berbagai makanan seperti ikan asin serta tahu yang diawetkan dengan menggunakan formalin. Berbagai solusi kami tuliskan di sini. Tetapi solusi tersebut tidaklah semuanya dapat dijalankan dengan hasil yang cepat dan ada kemungkinan banyak faktor yang menyebabkan penyelesaian masalah ini tidak dapat diselesaikan dengan baik. Karena masalah ini harus kembali lagi kepada masyarakatnya yang terlibat langsung.
    BAB I
    PENDAHULUAN

    Pada bab I ini akan dijelaskan mengenai latar belakang masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penulisan, metode penelitian, hipotesa dan manfaat.

    1.1 Latar Belakang Masalah

    Sekarang ini banyak sekali bahan kimia dan berbagai campuran-campuran lain dibuat dan diciptakan untuk membuat pekerjaan manusia dalam membuat makanan lebih efektif dan efisien. Tetapi di samping untuk makanan dibuat juga bahan kimia untuk pembuatan kebutuhan lain. Di mana bahan kimia tersebut tidak boleh dipergunakan dalam pembuatan makanan dan dapat berakibat fatal.
    Hal ini sangat penting dan juga memprihatinkan. Fenomena ini merupakan salah satu masalah dan kebobrokan bangsa yang harus diperbaiki. Janganlah sampai membiarkan hal ini terus berlarut dan akhirnya akibat menumpuk di masa depan. Oleh karena itu, kami berusaha merangkum sedemikian rupa dan mencoba membedah apa saja yang seharusnya dilakukan dan mengapa hal ini menjadi hal yang sangat penting.

    1.2 Pembatasan Masalah

    Boraks adalah bahan kimia yang digunakan sebagai pengawet kayu, antiseptik kayu dan pengontrol kecoa. Sedangkan formalin adalah bahan kimia yang digunakan sebagai desinfektan, pembasmi serangga dan dalam industri tekstil serta kayu lapis.
    Kedua bahan kimia tersebut memang berguna jika digunakan sesuai fungsinya, tetapi menjadi sangat berbahaya bila digunakan dalam pembuatan pangan. Di mana pangan itu merupakan segala sesuatu yang menjadi bahan makanan manusia. Dan akibat dari penggunaan bahan-bahan kimia tersebut bisa jadi sangatlah fatal, dari kanker hingga menyebabkan kematian.
    Dalam karya tulis ini kami akan berusaha membahas pendeskripsian sedetail mungkin dari boraks dan formalin itu sendiri serta bagaimana kedua bahan kimia tersebut dapat digunakan sebagai salah satu bahan baku pembuatan pangan. Begitu pula dengan berbagai akibat dari penggunaan boraks dan formalin pada pangan tersebut serta bagaimana solusi yang harus dilakukan demi membasmi hal ini dan mencegah terjadi lagi.

    1.3 Perumusan Masalah

    1 Apa faktor yang mendorong pihak-pihak tertentu untuk menggunakan boraks atau formalin pada pangan yang diproduksinya?
    2 Jenis pangan apa saja yang menjadi sasaran penggunaan boraks atau formalin pada proses pembuatannya?
    3 Bagaimana mengetahui suatu pangan dibuat dengan bahan pengawet dari boraks atau formalin?
    4 Apa akibat dari penggunaan boraks atau formalin pada produk pangan?
    5 Bagaimana penanganan penggunaan boraks dan formalin pada produk pangan ini supaya dapat dibasmi secara tuntas?

    1.4 Tujuan Penulisan

    Mengetahui pengertian boraks dan formalin.
    Mengetahui jenis-jenis pangan yang menjadi sasaran penggunaan boraks dan formalin pada proses pembuatannya.
    Mengetahui dampak negatif dari penggunaan boraks dan formalin pada produk pangan.
    Mengetahui peranan pemerintah dalam memberantas penggunaan formalin dan boraks pada makanan.
    1.5 Metode Penulisan

    Pada penulisan karya tulis ini kami menggunakan satu metode, yaitu dengan angket. Di mana angket akan kami sebarkan dengan jumlah 40 lembar. Di mana angket itu berisi pertanyaan-pertanyaan mengenai boraks dan formalin pada makanan mengacu pada tujuan yang telah ada.

    1.6 Hipotesa

    1 Boraks dan formalin merupakan bahan pengawet yang umumnya digunakan untuk industri tekstil, kayu, dsb. Dapat juga digunakan sebagai pembasmi serangga dan hal-hal lain yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan makanan.
    2 Jenis pangan yang menjadi sasaran penggunaan boraks atau formalin pada proses pembuatannya adalah tahu, tempe, bakso dan ikan asin.
    3 Akibat dari penggunaan boraks atau formalin pada produk pangan adalah berbagai gangguan pada saluran pencernaan, hati, saraf, otak, serta pada organ-organ yang berselaput yang terkena secara langsung. Dan bila terjadi secara terus menerus dapat menyebabkan kanker bahkan kematian.
    4 Sebenarnya pemerintah telah berperan dalam pemberantasan penggunaan boraks dan formalin pada produk makanan. Tetapi tindakan-tindakan yang dilakukan pemerintah kurang tegas dan tidak tepat mengenai sasaran. Sehingga hingga sekarang kita masih sering melihat orang-orang yang keracunan atau terkena penyakit lainnya, disebabkan memakan makanan yang mengandung boraks atau formalin.

    1.7 Manfaat

    Dapat mengetahui cirri-ciri makanan dengan bahan baku boraks atau formalin sebagai pengawet sehingga dapat menghindarinya.
    Dapat menghindari secara langsung penggunaan boraks dan formalik pada produk pangan.
    Dapat menambah wawasan dengan mengetahui dampak yang diakibatkan dari penggunaan boraks dan formalin pada produk pangan.
    Dapat membantu pencegahan dan pemberantasan penggunaan boraks dan formalin dengan berbagai solusi yang telah dipikirkan.
    BAB II
    LANDASAN TEORI


    Boraks merupakan garam natrium yang banyak digunakan di berbagai industri nonpangan, khususnya industri kertas, gelas, pengawet kayu, dan keramik. Boraks biasa berupa serbuk kristal putih, tidak berbau, mudah larut dalam air, tetapi boraks tidak dapat larut dalam alkohol. Boraks biasa digunakan sebagai pengawet dan antiseptic kayu. Daya pengawet yang kuat dari boraks berasal dari kandungan asam borat didalamnya.
    Asam borat sering digunakan dalam dunia pengobatan dan kosmetika. Misalnya, larutan asam borat dalam air digunakan sebagai obat cuci mata dan dikenal sebagai boorwater. Asam borat juga digunakan sebagai obat kumur, semprot hidung, dan salep luka kecil. Namun, bahan ini tidak boleh diminum atau digunakan pada luka luas, karena beracun ketika terserap masuk dalam tubuh. Berikut beberapa pengaruh boraks pada kesehatan.
    a. Tanda dan gejala akut :
    Muntah-muntah, diare, konvulsi dan depresi SSP(Susunan Syaraf Pusat)
    b. Tanda dan gejala kronis
    - Nafsu makan menurun
    - Gangguan pencernaan
    - Gangguan SSP : bingung dan bodoh
    - Anemia, rambut rontok dan kanker.
    Sedangkan formalin merupakan cairan tidak berwarna yang digunakan sebagai desinfektan, pembasmi serangga, dan pengawet yang digunakan dalam industri tekstil dan kayu. Formalin memiliki bau yang sangat menyengat, dan mudah larut dalam air maupun alkohol. Beberapa pengaruh formalin terhadap kesehatan adalah sebagai berikut.
    a. Jika terhirup akan menyebabkan rasa terbakar pada hidung dan tenggorokan , sukar bernafas, nafas pendek, sakit kepala, dan dapat menyebabkan kanker paru-paru.
    b. Jika terkena kulit akan menyebabkan kemerahan pada kulit, gatal, dan kulit terbakar
    c. Jika terkena mata akan menyebabkan mata memerah, gatal, berair, kerusakan mata, pandangan kabur, bahkan kebutaan
    d. Jika tertelan akan menyebabkan mual, muntah-muntah, perut terasa perih, diare, sakit kepala, pusing, gangguan jantung, kerusakan hati, kerusakan saraf, kulit membiru, hilangnya pandangan, kejang, bahkan koma dan kematian.
    Boraks dan formalin akan berguna dengan positif bila memang digunakan sesuai dengan seharusnya, tetapi kedua bahan itu tidak boleh dijadikan sebagai pengawet makanan karena bahan-bahan tersebut sangat berbahaya, seperti telah diuraikan diatas pengaruhnya terhadap kesehatan. Walaupun begitu, karena ingin mencari keuntungan sebanyak-banyaknya, banyak produsen makanan yang tetap menggunakan kedua bahan ini dan tidak memperhitungkan bahayanya. Pada umumnya, alasan para produsen menggunakan formalin dan boraks sebagai bahan pengawet makanan adalah karena kedua bahan ini mudah digunakan dan mudah didapat, karena harga nya relatif murah dibanding bahan pengawet lain yang tidak berpengaruh buruk pada kesehatan. Selain itu, boraks dan formalin merupakan senyawa yang bisa memperbaiki tekstur makanan sehingga menghasilkan rupa yang bagus, misalnya bakso dan kerupuk. Beberapa contoh makanan yang dalam pembuatannya sering menggunakan boraks dan formalin adalah bakso, kerupuk, ikan, tahu, mie, dan juga daging ayam.
    Formalin dan boraks merupakan bahan tambahan yang sangat berbahaya bagi manusia karena merupakan racun. Bila terkonsumsi dalam konsentrasi tinggi racunnya akan mempengaruhi kerja syaraf. Secara awam kita tidak dapat mengetahui seberapa besar kadar konsentrat formalin dan boraks yang digunakan dalam suatu makanan. Oleh karena itu lebih baik hindari makanan yang mengandung formalin dan boraks. Berikut adalah beberapa cara mengidentifikasi makanan yang menggunakan formalin dan boraks.
    - Bakso yang menggunakan boraks memiliki kekenyalan khas yang berbeda dari kekenyalan bakso yang menggunakan banyak daging.
    - Kerupuk yang mengandung boraks kalau digoreng akan mengembang dan empuk, teksturnya bagus dan renyah.
    - Ikan basah yang tidak rusak sampai 3 hari pada suhu kamar, insang berwarna merah tua
    dan tidak cemerlang, dan memiliki bau menyengat khas formalin.
    - Tahu yang berbentuk bagus, kenyal, tidak mudah hancur, awet hingga lebih dari
    3 hari, bahkan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es, dan berbau menyengat khas formalin.
    - Mie basah biasanya lebih awet sampai 2 hari pada suhu kamar (25 derajat celcius), berbau
    menyengat, kenyal, tidak lengket dan agak mengkilap.

    BAB III
    METODE PENELITIAN

    Pada bab 3 ini akan dijelaskan mengenai jenis penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data dan teknik analisa data.

    3.1 Jenis Penelitian
    Jenis penelitian yang kami gunakan adalah penelitian korelatif. Yang di maksud dengan penelitian korelatif adalah penelitian yang menghubungkan data-data yang ada. Sesuai dengan pengertian tersebut kami menghubungkan data-data yang kami dapat antara yang satu dengan yang lain. Selain itu kami juga menghubungkan data-data yang ada dengan landasan teori yang kami gunakan. Sehingga diharapkan penelitian kami bisa menjadi penelitian yang benar dan tepat.

    3.2 Sumber data
    Sumber data kami adalah beberapa siswa SMA Kanisius, yang kira-kira kami ambil sampel adalah 40 siswa.

    3.3 Teknik Pengumpulan Data
    Adapun teknik pengumpulan data yang kami gunakan dalam penelitian ini adalah dengan angket. Dengan angket kami dapat menyimpulkan, melalui jumlah koresponden yang menjawab pertanyaan tertentu dan membandingkan jumlah koresponden yang menjawab dengan jawaban yang berbeda pada pertanyaan yang sama. Dan setiap dari pertanyaan itu akan saling berkaitan.



    3.4 Teknik Analisis Data
    Cara kami dalam menganalisis data yang kami dapat yaitu dengan pertama-tama memastikan bahwa semua data dan landasan teori yang diperlukan telah diperoleh dengan baik. Lalu kami mulai menghitung jumlah data, setelah itu kami mengklasifikasikan jawaban-jawaban dari tiap pertanyaan pada angket berdasarkan jumlah responden yang memilih. . Langkah berikutnya, sesuai dengan jenis penelitian kami, kami menghubungkan data-data yang satu dengan yang lain dan juga dengan landasan teori yang ada. Langkah terakhir, kami menuangkannya dalam karya tulis ini.

    BAB IV
    PEMBAHASAN

    Pada bab ini akan dijelaskan mengenai apa itu boraks dan formalin, dampak penggunaan boraks dan formalin pada makanan dan jenis-jenis makanan yang mengandung boraks dan formalin yang kesemuanya itu dilengkapi dengan hasil angket sebelumnya.

    4.1 Pengetahuan akan Boraks dan Formalin
    Menurut hasil angket kami, didapatkan bahwa yang mengetahui secara pasti apa itu boraks dan formalin adalah 29 orang dan yang tidak mengetahui begitu pasti apa itu boraks dan formalin adalah 11 orang, dari total 40 angket yang dibagikan.
    Hal itu menunjukkan bahwa responden yang mengetahui secara persis apa itu boraks dan formalin lebih banyak daripada yang tidak mengetahui secara pasti. Jika dimasukkan dalam persen maka 72,5 % responden menyatakan mengetahui boraks dan formalin, sedangkan 27,5 % lainnya tidak begitu mengetahui tentang boraks dan formalin.
    Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan dan pengetahuan akan boraks dan formalin harus lebih sering disosialisasikan, agar diharapkan kita semua mengetahui secara pasti apa itu boraks dan formalin, sehingga dapat menggunakannya secara benar, sesuai dengan fungsinya. Maka diharapkan juga dengan pengetahuan akan boraks dan formalin tersebut, kasus penggunaan boraks dan formalin pada bahan makanan dapat dikurangi bahkan menghilang dari masyarakat.

    4.2 Dampak Penggunaan Boraks dan Formalin Pada Makanan
    Melalui hasil angket yang telah kami sebarkan sebelumnya, didapat hasil bahwa jumlah responden yang mengerti akan dampak angket hamper sama dengan responden yang tidak begitu tahu tentang dampak boraks dan formalin pada makanan. Adapun jumlah responden yang tahu dampak boraks dan formalin pada makanan adalah 18 orang dan yang tidak begitu tahu sebanyak 20 orang sedangkan yang sama sekali tidak tahu ada 2 orang. Jika dituangkan dalam presentasi adalah sebagai berikut :

    1. Jawaban A : 45%
    2. Jawaban B : 5%
    3. Jawaban C :50%
    Dari hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar responden masih rancu atau bingung tentang apa dampak boraks dan formalin bagi tubuh tersebut.
    Lalu apa sebenarnya dampak boraks dan formalin dalam makanan bila dikonsumsi tubuh kita?
    a. Formalin
    Formalin tidak boleh digunakan sebagai bahan pengawet untuk pangan. Akibatnya jika digunakan pada pangan dan dikonsumsi oleh manusia akan menyebabkan beberapa gejala diantaranya adalah tenggorokan terasa panas dan kanker yang pada akhirnya akan mempengaruhi organ tubuh lainnya,serta gejala lainnya.
    Pengaruh Formalin Terhadap Kesehatan :
    · Jika terhirup
    Rasa terbakar pada hidung dan tenggorokan , sukar bernafas, nafas pendek, sakit kepala, kanker paru-paru.
    · Jika terkena kulit
    Kemerahan, gatal, kulit terbakar
    · Jika terkena mata
    Kemerahan, gatal, mata berair, kerusakan mata, pandangan kabur, kebutaan
    · Jika tertelan
    Mual, muntah, perut perih, diare, sakit kepala, pusing, gangguan jantung, kerusakan hati, kerusakan saraf, kulit
    membiru, hilangnya pandangan, kejang, koma dan kematian.

    b. Boraks
    Efek toksiknya akan terasa bila boraks dikonsumsi secara kumulatif dan penggunaannya berulang-ulang. Pengaruh terhadap kesehatan :
    · Tanda dan gejala akut :
    Muntah, diare, merah dilendir, konvulsi dan depresi SSP (Susunan Syaraf Pusat)
    · Tanda dan gejala kronis
    - Nafsu makan menurun
    - Gangguan pencernaan
    - Gangguan SSP : bingung dan bodoh
    - Anemia, rambut rontok dan kanker.
    Formalin dan boraks merupakan bahan tambahan yang sangat berbahaya bagi manusia karena merupakan racun. Bila terkonsumsi dalam konsentrasi tinggi racunnya akan mempengaruhi kerja syaraf. Secara awam kita tidak tahu seberapa besar kadar konsentrat formalin dan boraks yang dianggap membahayakan. Oleh karena ada baiknya kita hindari makanan yang mengandung formalin dan boraks. Jauhkan anak-anak dari makanan yang mengandung boraks dan formalin. Formalin dan boraks tidak boleh digunakan dalam makanan.

    4.3 Makanan yang Biasanya Mengandung Formalin atau Boraks
    Berdasarkan hasil penelitian melalui angket yang telah kami sebarkan, jumlah responden yang menganggap bahwa tahu dan bakso adalah makanan yang paling sering diberi formalin sebanyak 33 orang, sedangkan yang memilih ikan sebanyak 6 orang, dan 1 orang memilih kerupuk. Sedangkan menurut makanan-makanan yang biasa mengandung boraks dan formalin yang biasanya mereka konsumsi, jumlah responden yang memilih tahu dan bakso sebanyak 28 orang, 10 orang memilih ikan dan 2 orang memilih kerupuk.
    Data ini menunjukkan bahwa kebanyakan siswa SMA Kanisius beranggapan bahwa tahu dan bakso merupakan makanan yang biasanya diberi formalin atau boraks. Tahu dan bakso memang cukup dikenal sering diberi formalin maupun boraks, namun bukan mereka makanan yang paling sering diberi formalin maupun boraks. Berdasarkan penelitian Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia tahun 2005, penggunaan boraks formalin pada ikan dan hasil laut menempati peringkat teratas. Yakni, 66 persen dari total 786 sampel. Sementara mi basah menempati posisi kedua dengan 57 persen. Tahu dan bakso berada di urutan berikutnya yakni 16 persen dan 15 persen.
    Dan dari pertanyaan nomor tiga pada angket ternyata responden banyak menjawab bahwa mereka paling sering mengkonsumsi tahu dan bakso. Padahal, menurut kebanyakan dari mereka tahu dan bakso adalah makanan yang biasanya mengandung boraks atau formalin. Mengapa mereka masih tetap sering mengonsumsinya meskipun menganggap bahwa tahu dan boraks yang paling sering mengandung formalin dan boraks? Mungkin hal ini disebabkan karena siswa SMA Kanisius percaya bahwa para pedagang di Kanisius pasti tidak memberikan formalin maupun boraks pada dagangannya, maka mereka tidak takut untuk mengonsumsinya.
    Namun tetap saja, boraks dan formalin sangatlah berbahaya bila termakan. Walaupun berdasarkan hasil penelitian Badan Pengawasan Obat dan Makanan Indonesia tahun 2005 penggunaan boraks dan formalin paling banyak adalah pada ikan dan hasil laut, namun jumlah 16 persen dan 15 persen tetap merupakan jumlah yang besar. Kita harus berhati-hati dalam memilih makanan yang akan kita makan, terutama makanan-makanan yang sedang marak diberi boraks maupun formalin.
    Oleh karena itu, di bawah ini kami paparkan mengenai ciri-ciri dari beberapa makanan yang diberi boraks maupun formalin:
    a. Mi basah
    Penggunaan formalin pada mi basah akan menyebabkan mi tidak rusak sampai dua hari pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius) dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es ( 10 derajat Celsius). Baunya agak menyengat, bau formalin. Tidak lengket dan mie lebih mengkilap dibandingkan mie normal. Penggunaan boraks pada pembuatan mi akan menghasilkan tekstur yang lebih kenyal.
    B. Tahu
    Tahu merupakan makanan yang banyak digemari masyarakat, karena rasa dan kandungan gizinya yang tinggi. Namun dibalik kelezatannya kita perlu waspada karena bisa saja tahu tersebut mengandung bahan berbahaya. Perhatikan secara cermat apabila menemukan tahu yang tidak mudah hancur atau lebih keras dan kenyal dari tahu biasa, kemungkinan besar tahu tersebut mengandung bahan berbahaya, bisa formalin maupun boraks. Selain itu, tahu yang diberi formalin tidak akan rusak sampai tiga hari pada suhu kamar (25 derajat Celsius) dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es ( 10 derajat Celsius). Tahu juga akan terlampau keras, namun tidak padat. Bau agak mengengat, bau formalin.
    C. Bakso
    Bakso tidak rusak sampai lima hari pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius). Teksturnya juga sangat kenyal.
    D. Ikan segar
    Ikan segar yang diberi formalin tekstur tubuhnya akan menjadi kaku dan sulit dipotong. Ia tidak rusak sampai tiga hari pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius). Warna insang merah tua dan tidak cemerlang, bukan merah segar dan warna daging ikan putih bersih.
    E. Ikan asin
    Ikan asin yang mengandung formalin akan terasa kaku dan keras, bagian luar kering tetapi bagian dalam agak basah karena daging bagian dalam masih mengandung air. Karena masih mengandung air, ikan akan menjadi lebih berat daripada ikan asin yang tidak mengandung formalin. Tidak rusak sampai lebih dari 1 bulan pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius). Tubuh ikan bersih, cerah.

    4.4 Peran pemerintah dalam memberantas boraks dan formalin di Indonesia
    Walaupun penyebaran boraks dan formalin di Indonesia sudah luas sekali dan sudah menjadi umum, pemerintah masih tidak mengambil langkah yang tegas dalam menangani hal ini. Buktinya bisa didapat, bahwa ternyata penggunaan formalin dan boraks sebagai bahan pengawet makanan masih merajalela.
    Sebenarnya, pemerintah sudah berusaha mengambil tindakan, yaitu dengan melalui Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Beberapa langkah sudah diambil oleh BPOM, seperti : melarang panganan permen merek white rabbit creamy, kiamboy, classic cream, black currant, dan manisan plum; mengeluarkan permenkes no. 722/1998 tentang bahan tambahan yang dilarang digunakan dalam pangan; dan melakukan sosialisasi penggunaan bahan tambahan makanan yang diizinkan dalam proses produksi makanan & minuman sesuai UU No. 23/1992 untuk aspek keamanan pangan, & UU No. 71/1996. Tetapi upaya yang dilakukan Badan POM tersebut, hanya dianggap gertakan oleh para pedagang, karena Badan POM hanya mengeluarkan undang-undang dan aturan. Tetapi Badan POM tidak melakukan tindakan tegas seperti memberi sanksi tegas bagi pedagang yang masih menggunakan boraks dan formalin, bahkan badan ini masih kurang gencar dalam melakukan razia.
    Dari data angket yang kami sebarkan ke beberapa responden, terdapat pertanyaan : “Menurut anda apakah peran pemerintah sudah ada dalam pemberantasan formalin? “ Dan dari pertanyaan itu, sebanyak 4 orang menjawab upaya pemerintah sudah banyak, sebanyak 17 orang menjawab upaya pemerintah sudah lumayan, dan terakhir 19 orang menjawab upaya pemerintah tidak ada sama sekali.
    Dari hasil angket diatas, dapat disimpulkan bahwa upaya pemerintah masih kurang, karena lebih banyak orang yang beranggapan bahwa upaya pemerintah masih sangat kurang. Ini mungkin disebabkan karena memang pemerintah kurang serius / tegas dalam menangani masalah ini, padahal ini adalah masalah yang serius, karena dapat membahayakan kesehatan manusia. Pemerintah seharusnya lebih gencar dalam menangani masalah ini.

    BAB V
    PENUTUP

    Dalam bab ini akan dijelaskan mengenai kesimpulan dan saran.

    5.1 Kesimpulan
    Berdasarkan uraian pada bab IV dapat disimpulkan bahwa:
    a. Sebagian besar dari kita telah mengetahui tentang boraks dan formalin secara pasti, tetapi ada juga sebagian kecil lainnya yang belum begitu mengetahui apa itu boraks dan formalin.
    b. Masih ada sebagian dari kita yang belum mengetahui secara pasti dampak penggunaan boraks dan formalin pada produk makanan, walaupun sebagian ada yang mengetahui secara pasti.
    c. Menurut responden tahu dan bakso adalah makanan yang paling sering menjadi sasaran penggunaan boraks dan formalin. Tetapi menurut penelitian BPOM pada tahun 2005, ikan adalah bahan makanan yang paling sering menjadi sasaran boraks dan formalin.
    d. Pemerintah masih sangat kurang dan tidak tegas dalam mengatasi masalah penggunaan boraks dan formalin, sehingga masih banyak kasus mengenai hal ini terjadi.

    5.2 Saran
    Berdasarkan kesimpulan dan keseluruhan makalah ini kami ingin memberikan beberapa saran sebagai berikut:
    Ø Berikan penyuluhan lebih lanjut kepada masyarakat mengenai boraks dan formalin, pengertian, fungsinya, serta dampaknya apabila tidak digunakan sesuai fungsinya.
    Ø Pengawasan yang lebih ketat oleh pemerintah dan pengambilan tindakan tegas, seperti mengirimkan pengawas-pengawas pemerintah ke daerah-daerah tertentu dan membuat undang-undang mengenai boraks dan formalin.
    Ø Masyarakat harus lebih jeli dalam memilih makanan dan tidak membelinya bila sepertinya mengandung bahan formalin maupun boraks.
    Ø Kesadaran dari masyarakat untuk membantu pemberantasan dan pencegahan penggunaan boraks dan formalin pada bahan makanan. Seperti melaporkan kepada yang berwajib jika melihat ada orang lain yang sengaja menggunakan boraks dan formalin pada makanan yang dijualnya, dan juga tidak secara sembarangan menjual boraks dan formalin, tanpa mengetahui latar belakang pembeliannya.

    BAB VI
    DAFTAR PUSTAKA

    http://www.beritaindonesia.co.id
    http://www.depkes.go.id
    http://www.disnakkeswan-lampung.go.id
    http://id.wikipedia.org
    http://www.gizi.net

    Sabtu, 12 November 2011

    Agama dan Masyarakat

    Kaitan agama dengan masyarakat banyak dibuktikan oleh pengetahuan agama yang meliputi penulisan sejarah dan figur nabi dalam mengubah kehidupan sosial, argumentasi rasional tentang arti dan hakikat kehidupan, tentang Tuhan dan kesadaran akan maut menimbulkan relegi, dan sila Ketuhanan Yang Maha Esa sampai pada pengalaman agamanya para tasauf.
    Bukti di atas sampai pada pendapat bahwa agama merupakan tempat mencari makna hidup yang final dan ultimate. Kemudian, pada urutannya agama yang diyakininya merupakan sumber motivasi tindakan individu dalam hubungan sosialnya, dan kembali kepada konsep hubungan agama dengan masyarakat, di mana pengalaman keagamaan akan terefleksikan pada tindakan sosial, dan individu dengan masyarakat seharusnyalah tidak bersifat antagonis.

    Membicarakan peranan agama dalam kehidupan sosial menyangkut dua hal yang sudah tentu hubungannya erat, memiliki aspek-aspek yang terpelihara. Yaitu pengaruh dari cita-cita agama dan etika agama dalam kehidupan individu dari kelas sosial dan grup sosial, perseorangan dan kolektivitas, dan mencakup kebiasaan dan cara semua unsur asing agama diwarnainya. Yang lainnya juga menyangkut organisasi dan fungsi dari lembaga agama sehingga agama dan masyarakat itu berwujud kolektivitas ekspresi nilai-nilai kemanusiaan, yang mempunyai seperangkat arti mencakup perilaku sebagai pegangan individu (way of life) dengan kepercayaan dan taat kepada agamanya. Agama sebagai suatu sistem mencakup individu dan masyarakat, seperti adanya emosi keagamaan, keyakinan terhadap sifat faham, ritus, dan upacara, serta umat atau kesatuan sosial yang terikat terhadap agamanya. Agama dan masyarakat dapat pula diwujudkan dalam sistem simbol yang memantapkan peranan dan motivasi manusianya, kemudian terstrukturnya mengenai hukum dan ketentuan yang berlaku umum, seperti banyaknya pendapat agama tentang kehidupan dunia seperti masalah keluarga, bernegara, konsumsi, produksi, hari libur, prinsip waris, dan sebagainya.

    Peraturan agama dalam masyarakat penuh dengan hidup, menekankan pada hal-hal yangnormatif atau menunjuk kepada hal-hal yang sebaiknya dan seharusnya dilakukan.
    Karena latar belakang sosial yang berbeda dari masyarakat agama, maka masyarakat akan memiliki sikap dan nilai yang berbeda pula. Kebutuhan dan pandangan kelompok terhadap prinsip keagamaan berbeda-beda, kadang kala kepentingannya dapat tercermin atau tidak sama sekali. Karena itu kebhinekaan kelompok dalam masyarakat akan mencerminkan perbedaan jenis kebutuhan keagamaan. Timbul hubungan dua arah, tidak hanya kondisi sosial solo yang menyebabkan lahir dan menyebarnya ide serta nilai-nilai, tetapi bila ide dan nilai itu telah terlembaga, maka akan mempengaruhi tindakan manusia. Karena itu perlu mempelajari pengaruh struktur sosial terhadap agama, dan juga perlu mempelajari pengaruh agama terhadap struktur sosial.

    Dalam proses sosial, hubungan nilai dan tujuan masyarakat relatif harus stabil dalam setiap momen. Bila terjadi perubahan dan pergantingan bentuk sosial serta kultural, hancurnya bentuk sosial dan kultural lama, masyarakat dipengaruhi oleh berbagai perubahan sosial. Setiap kelompok berbeda dalam kepekaan agama dan cara merasakan titik kritisnya. Dalam kepekaan agama berbeda tentang makna, dan masing-masing kelompok akan menafsirkan sesuai dengan kondisi yang dihadapinya. Demikian pula berbeda tingkatan merasakan "titik kritis" dalam ketidak pastian, ketidak budayaan, dan kelangkaan untuk masing-masing kelompok.
    Salah satu kasus akibat tidak terlembaganya agama adalah "anomi", yaitu keadaan disorganisasi sosial di mana bentuk sosial dan kultur yang telah mapan menjadi ambruk. Hal ini, pertama, disebabkan oleh hilangnya solidaritas apabila kelompok lama di mana individu merasa aman dan responsif dengan kelompok tersebut cenderung ambruk. Kedua, hilangnya konsensus atau tumbangnya persetujuan terhadap nilai-nilai dan norma (bersumber dari agama) yang memberikan arah dan makna bagi kehidupan kelompok.

    Di samping ada gerakan yang menawarkan nilai-nilai dan solidaritas baru, ada juga tampil pola-pola sosial untuk mencari jalan keluar dari pengalaman yang mengecewakan anomi, menentang sumber yang nyata dan mencoba mengambil upaya pelarian yang telah disediakan oleh situasi, seperti narkotika, alkohol, kelompok hippies, komunikasi nonverbgal, dan upaya pelarian lainnya. Keadaan demikian menimbulkan rangsangan dan kepekaan kelompok agama untuk mempermasalahkan masyarakat dan mendapatkan makna baru berupa gerakan menawarkan nilai dan solidaritas baru yang bersifat keagamaan meskipun, dalam kenyataannya, kaitan agama dengan masyarakat dapat merupakan daya penyatu (sentripetal) atau mungkin berupa daya pemecah (sentrifugal).

    Dalam pandangan sosiologi, perhatian utama terhadap agama adalah pada fungsinya terhadap masyarakat. Istilah fungsi seperti kita ketahui, menunjuk kepada sumbangan yang diberikan agama, atau lembaga sosial yang lain, untuk mempertahankan (keutuhan) masyarakat sebagai usaha-usaha yang aktif dan berjalan terus-menerus. Dengan demikian perhatian kita adalah peranan yang telah ada dan yang masih dimainkan. Emile Durkheim sebagai sosiolog besar telah memberikan gambaran tentang fungsi agama dalam masyarakat. Dia berkesimpulan bahwa sarana-sarana keagamaan adalah lambang-lambang masyarakat, kesakralan bersumber pada kekuatan yang dinyatakan berlaku oleh masyarakat secara keseluruhan bagi setiap anggotanya, dan fungsinya adalah mempertahankan dan memperkuat rasa solidaritas dan kewajiban sosial.

    Agama telah dicirikan sebagai pemersatu aspirasi manusia yang paling sublime; sebagai sejumlah besar moralitas, sumber tatanan masyarakat dan perdamaian batin individu; sebagai sesuatu yang memuliakan dan yang membuat manusia beradab. Sebenarnya lembaga keagamaan adalah menyangkut hal yang mengandung arti penting tertentu, menyangkut masalah aspek kehidupan manusia, yang dalam transendensinya, mencakup sesuatu yang mempunyai arti penting dan menonjol bagi manusia. Bahkan sejarah menunjukkan bahwa lembaga-lembaga keagamaan merupakan bentuk asosiasi manusia yang paling mungkin untuk terus bertahan.

    SUMBER :http://dimazmarham.blogspot.com/2009/12/agama-dan-masyarakat-k-aitan-agama.html